Jumat, 21 Januari 2011

KOLOID


Sebenernya ini Cuma postingan iseng iseng aja. Ini adalah hasil kerja kerasku (ciehh..) buat tugas akhir but peljaran kimia semester II kelas 2 SMA. Guru kimiaku baik banget, dia suka ngajarin kimia sampe kita bener bener ngerti. Dia juga guru yang rajin banget (sampe susah nyari jam kosong pas pelajaran kimia!!!).
Postingan ini nggak akurat, ato dengan kata lain, nggak bener semua isinya (namanya juga masih belajar, maklum ya..). Nilaiku waktu itu juga nggak bagus bagus amat (jadi maluuu…).
Selamat membaca tulisan yang ngawur ini yaaa….




KOLOID



I.     Pengertian Larutan, Koloid, dan Suspensi Kasar

Larutan adalah sistem satu fase, bersifat kontinu, stabil, tidak dapat disaring, dan ukuran partikaelnya kurang dari 1 nm (1 nm = 10-9 m). Contoh sebuah larutan adalah larutan gula. Larutan gula tidak dapat disaring dengan kertas saring karena partikel-partikel gula telah tersebar secara merata sehingga tidak dapt dilihat walaupun dengan menggunakan mikroskop ultra.
Suspensi kasar adalah system dua fase, bersifat heterogen, tidak kontinu, ukuran partikelnya lebihbesar daripada 100 nm, dan dapat dipisahkan dengan kertas saring. Contoh suspensi kasar adalah tepung dicampur dengan air. Tepung tidak akan larut dalam air wlaupun diaduk. Tepung akan tetap memisah dengan cara membentuk endapan.
Koloid berasal dari bahasa Yunani, Kolla, berarti lem. Lem kuno adalah dispersi koloid dalam air. Jadi koloid adalah sistem dua fase yang bersifat heterogen jika dilihat dengan mikroskop ultra, walaupun dilihat dengan mata telanjang terlihat homogen. Koloid tidak akan menghasilkan endapan dan tidak dapat disaring dengan kertas saring. Contoh koloid adalah campuran antara susu dan air. Susu dan air akan membentuk larutan, tetapi larutan yang terjadi keruh. Berikut adalah table perbedaan larutan, suspensi dan koloid.

NO
LARUTAN
KOLOID
SUSPENSI
1
Homogen, tidak dapat dibedakan walaupun menggunakan mokroskop ultra.
Bersifat homogen jika dimati dengan makroskopis dan bersifat heterogen jika diamati dengan mikroskop ultra.
Heterogen
2
Semua partikel berukuran kurang dari 1 nm
Partikel berukuran antara 1 nm dan 100 nm
Partikel berukuran lebih dari 100 nm
3
Satu fase
Dua fase
Dua fase            
4
Stabil
Pada umumnya stabil
Tidak stabil
5
Tidak dapat disaring
Tidak dapat disaring, kecuali dengan penyaring ultra
Dapat disaring

II.       Komponen dan Pengelompokan Koloid
              
Dalam koloid, zat yang terdispensi disebut fase terdispensi, sedangkan medium yang digunakn untuk mendispersikannya disebut medium pendispersi..
Koloid terterbagi menjadi 2 fase, fase terdispensi dan medium pendispersi.baik fase terdispensi maupun medium pendispersi dapat berwujud gas, cair, maupun padat.
Koloid yang fase terdispensinya padat disebut sol.Ada 3 jenis sol, yaitu sol padat ( padat dalam padat ), sol cair ( padat dalam cair ), dan sol gas ( padat dalam gas ).
Koloid yang fase terdispeninya cair disebut emulsi. Ada 3 jenis emulsi, yaitu emulsi padat (cair dalam padat ), emulsi cair ( cair dalam cair ), dam emulsi gas ( cair dalam gas ).

Delapan macam Koloid

No
Fase Terdispensi
Medium Pendispersi
Nama
Contoh
1
Padat
Padat
Sol Padat
Gelas Berwarna
2
Padat
Cair
Sol
Tinta, cat, selai
3
Padat
Gas
Aerosol
Asap
4
Cair
Padat
Emulsi Padat
Jeli, mentega, keju
5
Cair
Cair
Emulsi
Santan, susu
6
Cair
Gas
Aerosol
Kabut, Awan
7
Gas
Padat
Biuh padat
Batu Apung
8
Gas
Cair
Buih
Buih sabun, krim kocok

Koloid yang fase terdispensinya gas disebut buih. Ada 2 macam buih, yaitu buih padat ( gas dalam padat ), Bih cair ( gas dalam air ). Tidak ada buih gas, karena campuran gas dengan gas selalu homogen.

III.   Sifat – Sifat Koloid

A.       Efek Tyndall
Efek tyndall merupakan peristiwa penghamburan cahaya oleh sistem koloid. Peristiwa efek tyndall dapat diamati dengan menjatuhkan seberkas cahaya pada objek. Jika larutan sejati, maka cahaya yang dijatuhkan pada objek akan diteruskan (terlihat transparan). Jika objek itu koloid, cahaya akan dihamburkan. Cahaya yang melalui koloid dapat dilihat dari samping walaupun partikel koloidnya tidak kelihatan, Jika partikel terdispensinya juga kelihatan, objek tersebut bukan koloid, melainkan suspensi.
B. Gerak Brown
Gerak Brown merupakan gerakan zig-zag (patah – patah) partikel koloid serta secara terus menerus. Gerak Brown dapat diamati menggunakan mikroskop ultra. Nama gerak ini diambil dari nama penemunya, yaitu seorang ahli biologi berkebangsaan Inggris yang bernama Robert Brown.
Gerak Brown dapat terjadi karena ukuran partikel koloid yang kecil, sehingga tumbukan medium terdispensi pada fase pendispersi tidak seimbang.
C. Muatan Listrik pada Partikel Koloid
Partikel koloid memiliki kemampuan menyerap ion pada permukaannya. Akibatnya, partikel koloid bermuatan listrik.
Penyerapan yang terjadi di permukaan disebut adsorpsi, sedangkan penyerapan yang terjadi sampai ke bawah permukaan disebut absorpsi.
1.      Elektrofisis
Partikel koloid dapat bergerak dalam medan listrik karena partikel ini bermuatan. Jika sepasang elektroda dimasukkan dispersi koloid, dan di dalamnya dialiri arus searah, maka akan maju menuju elektroda. Dispersi koloid bermuatan positif akan bergerak menuju elektrodan negative dan sebaliknya. Gejala inilah yang disebut dengan elektrofisis. Jadi Elektrofisis adalah pergerakan partikel partikel koloid dalam medan listrik ke masing masing elektroda.
2.      Adsorpsi
Bagaimana partikel koloid dapat bermuatan listrik? Suatu partikel koloid ajkan bermuatan listrik apabila terjadi penyerapan ion di permukaan partikel koloid tersebut. Jadi, adsorpsi adalah peristiwa ketika permukaan suatu zat menyerap zat lain.

3.      Koagulasi
Koagulasi adalah proses penggumpalan partikel partikel koloid. Proses koagulasi terjadi karena tidak stabilnya partikel koloid. Sistem koloid stabil apabila koloid tersebut bermuatan positif dan negative. Jika muatan koloid tersebut dilucuti dengan cara menetralkan muatannya, maka koloid tersebut menjadi tidak stabil dan mengalami koagulasi.

IV. Koloid Liofil dan Koloid Liofob

Koloid dapat dibedakan menjadi du macam, yaitu koloid lofil dan koloid liofob. Kolid liofil tidak mudah mengalami koagulasi jika diberi elektroloit, sehingga koloid liofil lebih stabil.
Liofil artinya senang dengan air, sedangkan liofob artinya takut dengan air. Pada daftar dibawah ini dapat dilihat perbedaan koloid liofil dan koloid liofob.

No
Liofil
Liofob
1
Dapat balik (Reversibel)
Tidak dapat balik (Irreversibel)
2
Stabil
Kurang Stabil
3
Mengandung zat organik
Mengandung zat anorganik
4
Sukar mengendap dengan elektrolit
Mudah mengendap dengan elektrolit
5
Tidak menunjukkan gerak Brown
Menunjukkan gerak Brown
6
Kurang menunjukkan efek Tydall
Jelas menunjukkan Efek Tydall
7
Kekentalan tinggi
Kekentalan rendah
8
Umumnya Dapat dibuat gel
Umumnya tidak dapat dibuat gel
9
Umumnya dibuat dengan metode dispersi
Umumnya dibuat dengan metode kondensasi
10
Partikel disperse mengadsorpsi molekul
Partikel disperse mengion (muatan listrik)

V.       Pembuatan Koloid

Koloid dapat dibuat dengan dua cara. Pertama ialah dengan cara memecah partikel besar menjadi partikel Koloid atau juga disebut dengan cara dispersi. Kedua ialah dengan mengubah molekul, atom, atau ion ke dalam partikel koloid yang lebih besar, atau juga disebut cara kondensasi. Jika digambarkan dengan bagan akan tampak sebagai berikut.

Partikel

Partikel

Partikel
besar
dispersi
Koloid
kondensasi
Molekul, atom, ion

A.        Metode Dispersi
Metode disperse dapat dilakukan dengan tiga cara sebagai berikut.
  1. Cara Mekanik
Cara mekanik dapat dilakukan dengan menggerus partikel kasar di dalam lumping atau penggiling koloid (colloid mill) hingga diperoleh kehalusan pada tingkat tertentu. Tetapi gilingan hanya dapat menghaluiskan logam keras, tidak dapat menghaluskan yang lunak atau liat.
  1. Cara peptisasi
Cara peptasi dapat dilakukan dengan memecah butir butir kasar dari suatu endapan dengan bantuan zat pemeptasi (pemecah). Proses peptisasi hanya terjadi dengan zat yang sangat tertarik oleh molekul medium yaitu partikel liofil.
  1. Cara Busur Bredig
Cara Busur Bredig digunakan untuk membuat sol sol logam. Logam yang dibuat sol akan dijadikan sebagai elektroda yang dicelupkan dalam medium pendispersi. Selanjutnya atom atom itu akan mengalami kondensasi hingga membentuk koloid.
  1. Cara Ultrasonik
Cara ini hamper sama dengan cara Busur Bredig, yaitu sama sama untuk membuat sol logam, akan tetapi jika cara Busur Bredig menggunakan arus listrik tegangan tinggi, cara Ultasonik ini menggunakan gelombang energi bunyi yang sangat tinggi, yaitu diatas 20.000 Hz.

B.        Metode Kondensasi
Metode kondensasi dapat dibedakan menjadi empat cara, yaitu :
  1. Cara Redoks
Contoh koloid dari reaksi redoks adalah pada pembuatan sol belerang dan sol emas.
  1. Reaksi Hidrolisis
Reaksi hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air.
Contoh koloid yang terbentuk dari reaksi hidrolisis adalah pembuatan sol Fe(OH)3.
  1. Reaksi Dekomposisi Lengkap
Contoh pembuatan koloid dari reaksi ini adalah pembuatan siol H2S.
  1. Reaksi Pergantian Pelarut
Contoh Dari reaksi pergantian pelarut yang menghasilkan koloid adalah larutan kalsium asetat yang dicampur dengan alcohol yang akan membentuk larutan berupa gel.


VI.   Manfaat Koloid

Dalam kehidupan sehari hari, kita secara tidak sadar telah banyak merasakan manfaat koloid. Misalkan saja kita meminum susu, kemudian menggunakan detergen untuk mencuci, serta kita telah menggunakan berbagai macam jenis koloid dalam kehidupan sehari hari untuk memenuhi serta mendukung kebutuhan kita. Berikut ini adalah daftar beberapa kegunaan koloid dalam kehidupan sehari hari.

Macam dan Kegunaan Koloid

No
Nama Koloid
Fase dispersi dan mediumnya
Kegunaan Koloid
1
Buih
Gas dalam cairan
Sabun, sampo, minyak pelumas, bir.
2
Busa Padat
Gas dalam padat
Arang aktif.
3
Aerosol cair
Cairan dalam gas
Kabut
4
Emulsi
Cairan dalam gas
Susu, santan.
5
Aerosol padat
Padat dalam gas
Asap
6
Sol
Padat dalam cair
Tinta, cat, selai.
7
Sol padat
Padat dalam padat
Gelas berwarna, Porselin

Kamis, 20 Januari 2011

Sahabatku

Hey.. ini aku!!
Aku nggak punya terlalu banyak temen, tapi aku punya beberapa temen yang lucu lucu. mereka aneh, suka ketawa, suk jalan jalan, suka makan, suka ngerjain orang, suka ngumpul bareng buat nonton film baru di salah satu kosan kita, suka manjat pohon (yang ini boong!), pokoknya kita suka bareng bareng deh..
Nah, satu yang lucu dari temen temenku (termasuk aku juga sih, eheheh...). yang cewek cewek, makannya banyak, makan kaya piranha, apa aja diembat! (dasar cewek barbar!!) tapi untung aja kita nggak jadi ndut. Tapi ada kompensasi lain dari kerakusan kita. Kita suka ngabisin duit banyak, abis makannya banyak sihh.. (Rasain loe!!)
Selain kita makanya banyak, kita juga suka jalan jalan, cewek atopun cowok. Jangan pikir kalo kita suka jalan ke mall ato ketempat yang bisa ngabisin banyak duit (anak kosan mana ada duit!!) Kita tuh, sukanya jalan jalan ke tempat terpencil (maksudnya?). Gini nihh.. Kita suka ke tempat kaya air terjun, pemandian air panas, ato tempat tempat yang sejenis itu lah.. Ngakunya sih buat refresing dari dunia yang penuh sesak dengan masalah (jiaah, bahasanya!!), padahal tujuannya ngemat duit.. kekekekeke...
Sebenernya masih banyak sihh, yang suka kita lakuin bareng bareng (termasuk mandi bareng juga, kekekeke... Tapi sama temen yang sejenis y!!). Banyak juga hal hal bermanfaat yang kita suka lakuin bareng, belajar bareng (yang bener??), ngerjain ujian bareng (nah lho, dibaca sama dosennya, mampus dah!!). Pokoknya banyak deh hal hal lain (yang nggak bermanfaat) yang suka kita lakuin bareng.
Tinggal jauh dari keluarga emang berat rasanya. tapi kadang kadang aku bersyukur juga karena jadi anak kosan. Soalnya, aku jadi bisa ketemu sama temen temenku yang aneh (sekaligus yang aku sayang) ini.kalo nggak ada mereka, nggak jamin aku masih bertahan hidup di kosan seorang diri sampe sekarang (lebe!!!).
Nah, punya banyak temen emang bagus sihh. Tapi, punya temen dikit, tapi mereka peduli dan bisa ngibur kamu, itu jauh lebih baik..